• Home
  • About
  • Materi
    • Jenis Jenis Jaringan Komputer
    • Perangkat Jaringan Komputer
    • Topologi Jaringan
  • Contact
facebook instagram Email

Lisnawati Sugiani

TOPOLOGI JARINGAN

Topologi Jaringan dalam telekomunikasi adalah suatu cara menghubungkan perangkat telekomunikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari masing – masing topologi berdasarkan karakteristiknya.

Jenis Topologi
1. Topologi BUS
2. Topologi Star
3. Topologi Ring
4. Topologi Dual Ring
5. Topologi Mesh
6. Topologi Tree
7. Topologi Hybrid





TOPOLOGI BUS

Topologi Bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel koaksial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector yang masing masing ujungnya ditutup dengan terminator 50 ohm, komputer dihubungkan seluruhnya pada kabel tersebut. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic, yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.


Karakteristik Topologi BUS
  • Node - node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator
  • Sangat sederhana dalam instalasi
  • Sangat ekonomis dalam biaya
  • Paket - paket data saling bersimpangan pada suatu kabel
  • Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap ethernet card.
  • Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Keuntungan Topologi BUS
  • Topologi yang sederhana
  • Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer - komputer atau peralatan - peralatan yang lain
  • Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
  • Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus.
Kerugian Topologi BUS
  • Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
  • Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperoleh sinyal elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima dengan benar.
  • Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
  • Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.

TOPOLOGI STAR

Topologi jenis ini mempunyai skema mirip dengan bintang. Setiap node (workstation,server, dan perangkat lainnya) terkoneksi ke jaringan melalui sebuah hub atau konsentrator. Pada topologi ini jaringan lebih luas dan fleksibel karena setiap satu panjang kabel digunakan untuk satu workstation.

Data yang terkirim ke jaringan akan melewati hub/konsentrator sebelum melanjutkan ke tempat tujuannya. Konfigurasi pada jaringan model ini menggunakan kabel twisted pair, dan dapat digunakan bersama kabel koaksial atau kabel fiber optic.


Karakteristik Topologi Star

  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB)
  • Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
  • Sangat mudah dikembangkan.
  • Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.
Keuntungan Topologi Star
  • Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung.
  • Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka computer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
  • Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
Kerugian Topologi Star
  • Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
  • Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.
  • Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
  • Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.


TOPOLOGI RING

Untuk membentuk topologi ring, setiap node harus dihubungkan satu seri dengan yang lainnya dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistemini setiap node harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan node yang berdekatan maupun berjauhan. Pada umumnya topologi ini memanfaat-kan fiber optic atau kabel twisted pair sebagai sarana komunikasinya.


Karakteristik Topologi Ring
  • Node‐node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
  • Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
  • Paket‐paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
  • Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
Keuntungan Topologi Ring
  • Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
  • Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.
  • Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.
  • Waktu untuk mengakses data lebih optimal.
Kerugian Topologi Ring
  • Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  • Menambah atau mengurangi computer akan mengacaukan jaringan.
  • Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.




Topologi Dual Ring

Topologi dual ring merupakan pengembangan dari topologi ring. Pada topologi ini terdapat beberapa LAN dengan sambungan secara ring.





TOPOLOGI MESH

Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar - perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada didalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju.

Keuntungan topologi mesh ini adalah sifatnya yang robust (kuat). Apabila terjadi masalah pada koneksi antara komputer A dan B akibat rusaknya kabel koneksi antara A dan B, gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.

Meskipun memiliki beberapa kelebihan, topologi mesh ini juga mempunyai kekurangan. Topologi ini membutuhkan banyak kabel dan port input/output. Proses instalasi dan konfigurasi menjadi sulit karena harus menghubungkan keseluruhan komputer. Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya ruang untuk penempatan kabel-kabel tersebut. 

Karakteristik Topologi Mesh
  • Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan‐peralatan yang ada.
  • Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
  • Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
Keuntungan Topologi Mesh
  • Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
  • Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
  • Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.
Kerugian Topologi Mesh
  • Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan‐peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
  • Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.


TOPOLOGI TREE

Topologi tree adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer - komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain dihubungkan sebagai jalur tulang punggung. Keunggulan jaringan pohon seperti ini adalah dapat membentuk suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.




TOPOLOGI HYBRID

Topologi Hybrid merupakan jaringan yang dibangun dari gabungan topologi dan teknologi. Dalam Implementasinya, topologi hybrid dapat mengadopsi berbagai karakteristik dari topologi dasar seperti ring, bus, dan star yang terdapat dalam suatu jaringan.


Sumber Reperensi


-Wahana Komputer. 2006.  SPP Menginstalasi Perangkat Jaringan Komputer. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

- Agusriandi, Andri Saputra, Kurniati Asmar, Siti Raehan. 2018. Analisa Rancangan Jaringan Komputer Dalam Mendukung E-Government, Sekolah Pasca Sarjana Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor.

- Dian Ariawal., dan  Onno W Purbo. 2016. Simulasi Jaringan Komputer dengan Cisco Packet Tracer. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

- Suryadi Syamsu. Modul Jaringan Komputer STMIK AKBA
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Perangkat Jaringan Komputer


Perangkat jaringan komputer merupakan sebuah perangkat yang sangat penting dalam jaringan komputer. Karena jika tidak adanya peranan dari perangkat jaringan, maka sebuah komputer tidak dapat saling terhubung dengan komputer lainnya. maka dari itu perangkat jaringan bertugas untuk menghubungkan antara komputer yang saling terhubung. Adapun contoh dari perangkat keras jaringan komputer antara lain :

  • Repeater
Secara defininya: repeater bekerja pada layer1 fisik jaringan, menguatkan signal dan mengirimkan dari satu repeater ke repeater lain. repeater tidak merubah informasi yang ditransmisikan dan repeater tidak dapat menyaring informasi. repeater hanya berfungsi membantu menguatkan sinyal yang melemah akibat jarak, sehingga signal dapat ditransmisikan ke jarak yang lebih jauh. Repeater beroperasi dengan menjalankan fungsi-fungsi: 

 Merestorasi signal 
 Mendeteksi Collision dan membangkitkan signal jam 
 Merestorasi preamble 
 Delay da pengecilan inter-packet Gap 
 Mengisolasi segment network yang error/tidak bekerja 
 Merestorasi Signal 

Fungsi utama repeater yaitu untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain. Dengan cara ini jarak antara kabel dapat diperjauh.

  • Brigde
Bridge digunakan untuk menghubungan antar jaringan yang mempunyai protokol yang sama. Hasil akhirnya adalah jaringan logis tunggal. Bridge juga dapat digunakan jaringan yang mempunyai media fisik yang berbeda. Contoh jaringan yang menggunakan fiber obtik dengan jaringan yang menggunakan coacial. Bridge mempelajari alamat tujuan lalulintas yang melewatinya dan mengarahkan ke tujuan. Juga digunakan untuk menyekat jaringan. Jika jaringan diperlambat dengan adanya lalulintas yang penuh maka jaringan dapat dibagi menjadi dua kesatuan yang lebih kecil. Fungsi dari bridge: 

 Bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dari pada repeater. 
 Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda. 
 Brigde dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa Bridge.
 Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu jaringan yang sama ataupun yang berbeda.
 Bridge juga dapat berfungsi sebagai sebuah router pada jaringan komputer yang luas, hal ini seperti sering dinamakan dengan istilah "Bridge-Router". Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung.Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband. 

  • Network Interface Card (NIC)
Kartu jaringan atau Lan card dipasang pada setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan computer. Banyak jenis dan merk kartu jaringan yang tersedia di pasar, namun beberapa hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan yaitu type kartu ISA atau PCI dengan kecepatan 10 atau 10/100 Mbps, harus disesuaikan dengan tipe Ethernet HUB atau switching yang akan digunakan, jenis protocol dan jenis kabel yang didukungnya disamping itu juga mengesampingkan kwalitas produk. Komputer jenis terbaru tidak dilengkapi dengan slot ISA bahkan Network Interface umumnya merupakan Onboard system artinya sudah tersedia pada mainboard sehingga tidak perlu lagi dipasang Lan Card.

NIC fisik


NIC fisik umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard komputer, yang dapat berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. Selain berupa kartu-kartu yang ditancapkan ke dalam motherboard, NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, PCMCIA, bus serial, bus paralel atau Express Card, sehingga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile).

Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis, yakni:

 Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan. Contohnya adalah NIC Ethernet, yang dapat berupa Twisted-Pair (UTP atau STP), Thinnet, atau Thicknet, atau bahkan tanpa kabel (Wireless Ethernet).
 Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik (architecture-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis, sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan. Contohnya adalah Ethernet, Token Ring, serta FDDI (Fiber Distributed Data Interface), yang kesemuanya itu menggunakan NIC yang berbeda-beda. Kartu NIC Ethernet dapat berupa Ethernet 10 Megabit/detik, 100 Megabit/detik, 1 Gigabit/detik atau 10 Gigabit/detik.
Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5 atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang tanpa kabel).

Komputer dapat berkomunikasi dengan NIC dengan menggunakan beberapa metode, yakni I/O yang dipetakan ke memori, Direct Memory Access (DMA), atau memory yang digunakan bersama-sama. Sebuah aliran data paralel akan dikirimkan kepada kartu NIC dan disimpan terlebih dahulu di dalam memori dalam kartu sebelum dipaketkan menjadi beberapa frame berbeda-beda, sebelum akhirnya dapat ditransmisikan melalui media jaringan. Proses pembuatan frame ini, akan menambahkan header dan trailer terhadap data yang hendak dikirimkan, yang mengandung alamat, pensinyalan, atau informasi pengecekan kesalahan. Frame-frame tersebut akan kemudian diubah menjadi pulsa-pulsa elekronik (voltase, khusus untuk kabel tembaga), pulsa-pulsa cahaya yang dimodulasikan (khusus untuk kabel fiber-optic), atau gelombang mikro (jika menggunakan radio/jaringan tanpa kabel).
NIC yang berada dalam pihak penerima akan memproses sinyal yang diperoleh dalam bentuk terbalik, dan mengubah sinyal-sinyal tersebut ke dalam aliran bit (untuk menjadi frame jaringan) dan mengubah bit-bit tersebut menjadi aliran data paralel dalam bus komputer penerima. Beberapa fungsi tersebut dapat dimiliki oleh NIC secara langsung, diinstalasikan di dalam firmware, atau dalam bentuk perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sistem operasi.

NIC logis

NIC logis merupakan jenis NIC yang tidak ada secara fisik dan menggunakan sepenuhnya perangkat lunak yang diinstalasikan di atas sistem operasi dan bekerja seolah-olah dirinya adalah sebuah NIC. Contoh dari perangkat NIC logis adalah loopback adapter (dalam sistem operasi Windows, harus diinstalasikan secara manual atau dalam sistem operasi keluarga UNIX, terinstalasi secara default, dengan nama interface lo) dan Dial-up adapter (yang menjadikan modem sebagai sebuah alat jaringan dalam sistem operasi Windows). Kartu NIC logis ini dibuat dengan menggunakan teknik emulasi.



Sumber reperensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_jaringan
http://edocs.ilkom.unsri.ac.id/375/1/M%20Nizal%20%2809011181419025%29%20tugas%201.pdf
http://www.teknologiinformatika.com/pengertian-dan-fungsi-bridge-untuk-perangkat-jaringan-komputer/
http://eprints.dinus.ac.id/6283/1/pertemuan-3-peripheraldantopologiJarKom.pdf
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Lisnawati Sugiani
SMP Negeri 2 Tasikmalaya
SMK Negeri 1 Tasikmalaya

Follow Us

  • facebook
  • instagram
  • Google+

Categories

recent posts

Blog Archive

  • Oktober 2018 (2)
  • September 2018 (1)
  • Februari 2014 (1)
  • Juni 2013 (1)

Created with | Distributed by Blogger